Minggu, 28 Oktober 2012

7 Tanaman Hias Penyedot Racun



Tanaman hias ternyata tidak hanya berguna untuk mempercantikkan hiasan dalaman (interior) mahupun hiasan taman (eksterior) rumah. Jenis tanaman tertentu, boleh melindungi anda dan keluarga dari bahaya polutan rumah bagi kesihatan. Perlu Anda tahu, pencemaran udara tidak hanya mengancam kesihatan saat kita di luar, tapi juga di dalam rumah. Ada beberapa jenis gas udara yang berbahaya (polutan) yang terdapat bersarang di dalam ruangan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesihatan.
Selamatkan bumi, selamatkan kita….
Hindari pencemaran melalui tanaman

Pernahkah kita menyedari bahawa di rumah mahupun persekitaran kita di luar rumah dicemari dengan pencemaran yang berbahaya ?

GEJALA YANG SERING TIMBUL:

Pening, pitam dan mata berpinar-pinar
Rasa mual dan lesu
Mata, hidung dan tekak berasa pedih
Kulit terasa gatal dan alahan (alergi)
Rasa lemah dan lesu serta selalu mengantuk
Migrain dan sakit kepala yang berlarutan
Sesak nafas dan jantung berdebar tidak normal
Resdung (Sinusitis) atau selalu bersin setiap pagi
Bagaimana Gas beracun (pencemaran dari asap) cemari tubuh badan manusia ?
Gas Karbon dioksida (CO ) yang dihasilkan rokok, asap kendaraan dan dapur tersedut oleh manusia melalui proses pernafasan, kemudian gas CO tersebut akan ikut dalam aliran darah termasuk aliran darah jantung. Bila di dalam darah terdapat gas CO, maka hemoglobin akan lebih banyak terikat dengan CO, kerana daya ikatan CO dengan hemoglobin adalah 200-250 kali lebih kuat dari daya ikat oksigen dengan hemoglobin.
Bila terdapat kadar CO yang berlebihan dalam darah, maka pada akhirnya kadar oksigen dalam darah akan turun dengan drastik . Pada tubuh yang kekurangan oksigen dapat menimbulkan terjadinya hipoksia. Akibatnya jaringan tubuh juga akan kekurangan oksigen. Bila hipoksia menyerang otak, maka akan menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat yang disebut ensefalopati. Apabila mengenai jantung dan darah disebut gangguan kardiovaskuler.

PERLU TAHU

Kajian yang dibuat oleh United State Environmental Protection Ag ency (US EPA) menekankan bahawa tahap pencemaran udara dalam ruang bumi adalah dua hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan pencemaran udara di luar ruang. Ini merupakan salah satu dari lima pencemaran besar yang berisiko mengancam kesihatan masyarakat moden.
Pencemaran dalam ruangan cenderung disebabkan kerana asap rokok. Satu batang rokok mengandung lebih kurang 4000 jenis bahan kimia dan 40% di antaranya beracun. Bahan kimia yang paling berbahaya terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida dan logam berat.
Asap rokok mengandungi berbagai bahan kimia yang dapat merosak kesihatan terutama bagi perokok pasif, bahkan berdasarkan penelitian, ternyata akibat yang terjadi lebih buruk pada perokok pasif dibandingkan dengan perokok aktif.
Satu jam berada dalam dapur dan menghirup asap dapur sama dengan perokok aktif yang menghisap 6 batang rokok.

Bahan berbahaya di sekitar kita :

1. Monitor tv atau komputer (radiasi)
2. Asap dapur, rokok, kenddraan
3. AC (penyebaran kuman legionare : penyebab radang paru-paru)
4. Eternit (formaldehid, silen/toluen)
5. Kosmetik (alkohol, aseton)
6. Permaidani / karpet (silen/toluen, bensin, alkohol)
7. Cat dinding (silen/toluen,bensin, alkohol, aseton)
8. Benzena (detergen/ Sabun kain)
9. Busa kursi (formaldehid) Kemampuan tanaman dalam menyerap zat-zat beracun sudah diteliti oleh NASA (National Aeronautic and Space Administration).

Fakta-fakta yang ditemukan :

Penelitian awal dilakukan dengan meletakkan 50 pokok tanaman hiasan,di antaranya Sanseivera, Philodendron, Spathiphillum, Lili paris, Aglaonema dalam sebuah ruangan tertutup dan mengandungi gas beracun, ternyata tanaman tersebut masih boleh hidup.
Bahagian tanaman yang menyerap racun adalah daun dan akar. Oleh kedua bahagian ini, udara yang dicemari telah diserap , dan kemudian dilepaskan lagi dalam bentuk udara bersih.
Dalam masa 24 jam, beberapa tanaman tertentu bahkan dapat mengurangi kadar zat beracun di udara sampai 87 %.
Untuk merasakan manfaat dari tanaman penghisap racun ini, setidaknya tempatkan satu pot tanaman untuk keluasan ruang sekitar 3m x 3m. Kemampuan berbagai jenis tanaman sebagai anti pencemaran

1. Palem Kuning


Palem Kuning, atau Areca Palm merupakan jenis tanaman rumah dengan pelepah daun cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas. Rata-rata tinggi pohon ini bisa mencapai 1-6 meter. Pohon ini harus ditaruh di tempat yang lembab agar tidak rusak, tapi pada dasarnya palem kuning bisa disimpan di mana saja, terutama di sebelah furnitur yang baru dipernis. Jenis palem ini mampu menyedot polutan yang berasal dari senyawa formaldehyde.

2. Palem Bambu

Tanaman ini memerlukan cahaya terang untuk tumbuh subur. Pohon ini tumbuh subur di area lembab, tapi jaga agar tidak terlalu banyak disirami air. Meskipun berfungsi menyedot polutan, palem bambu mungkin mengundang laba-laba atau serangga. Untuk mengantisipasinya, semprotkan cairan pestisida.

3. Karet Hias

Karet Hias, atau Ficus Robusta (nama latin) adalah salah satu tanaman yang kegunaannya menyerap formaldehid dan menghasilkan oksigen. Daunnya berwarna hijau muda, dan saat dipegang teksturnya kenyal. Oleh karena itu, pohon yang satu ini juga dikenal dengan sebutan Rubber Plant. Karet Hias sebaiknya tidak ditaruh di tempat terlalu terang, terutama di bawah sinar matahari. Tempatkan di dalam ruangan dengan sedikit pancaran sinar.

4. Rhapis Excelsa

Rhapis Excelsa merupakan jenis palem yang tidak mudah rusak dan bisa beradaptasi di hampir setiap kondisi suhu maupun cahaya. Rhapis juga termasuk tanaman yang mudah dipelihara, tapi pertumbuhannya lambat.

5. Dracaena Deremensis

Tanaman ini mudah dirawat dan memerlukan cahaya terang untuk tumbuh subur. Dracaena bisa beradaptasi hidup di area dengan cahaya rendah jika penyiraman airnya dikurangi. Jaga tanah dalam pot agar tetap lembab dan sering-sering menyemprotnya dengan air hangat. Potong bila ada daun-daun yang mati untuk memberi ruang tumbuhnya daun baru.

6. Peace Lily

Peace Lily sangat bagus untuk membersihkan udara. Perawatannya juga tidak terlalu rumit, hanya perlu perhatikan penempatannya. Tanaman yang terkenal mampu menghilangkan racun benzena dan formaldehida ini perlu cahaya dan kelembaban tinggi untuk tumbuh subur. Daunnya perlu sering disemprot dengan air hangat.

7. Pakis Boston

Pakis Boston punya ciri yang spesifik, sehingga Anda mudah mengenalinya. Tiap helai daunnya memiliki beberapa helaian lagi yang tampak seperti jumbai-jumbai. Tanaman yang masih satu keluarga dengan pohon suplir ini bisa ditempatkan di lantai atau pot gantung. Pakis Boston menggunakan stomata sebagai penyedot racun formaldehid dan xylene, mengubahnya jadi zat bermanfaat.

sumber : http://duniakaomao.blogspot.com/2012/09/7-tanaman-hias-penyedot-racun-di-dunia.html#ixzz25fvMlsl7
Read More >>

Senin, 22 Oktober 2012

Jenis Penyakit Pada Sistem Ekskresi Manusia

Macam-macam Penyakit Pada Sistem Ekskresi Manusia 

pada postingan kali ini agen ace max's surabaya akan berbagi tentan macam-macam penyakit pada sistem ekskresi manusia. 

Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu. Proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme disebut proses pengeluaran atau ekskresi. Zat Limbah ini diekskresikan keluar tubuh oleh organ ekskresi, yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.

Berikut ini beberapa jenis penyakit yang muncul karena gangguan pada sistem ekskresi antara lain:

Gangguan pada ginjal

Fungsi ginjal dapat terganggu karena infeksi bakteri, radang, batu ginjal, dan sebagainya. Jika salah satu ginjal tidak berfungsi atau mengalami gangguan, maka ginjal yang satunya lagi akan mengambil alih tugas ginjal yang pertama. Namun ginjal bisa rusak kedua-duanya dan ini akan berakibat sangat fatal karena urea akan tertimbun dalam tubuh dan menyebabkan kematian. Berikut ini adalah kelainan dan penyakit pada ginjal.

  1. Batu ginjal: ini terjadi karena adanya endapan garam kalsium dalam ginjal sehingga menghambat keluarnya urine dan menimbulkan nyeri. Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium.
  2. Radang ginjal (nefritis): terjadi karena adanya kerusakan nefron, khususnya glomerulus yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki. Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.
  3. Gagal ginjal: terjadi jika salah satu ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah satu ginjal ini akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi. Mengapa demikian? Karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian. Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal yang asli dapat kembali berfungsi.
Gangguan pada kulit

Kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan kulit sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada penyakit yang tidak berbahaya dan berbahaya. Gangguan kulit yang biasa terjadi adalah sebagai berikut.
  1. Biduran: disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari. Jika penyakit ini disebabkan oleh alergi, maka cara pencegahannya adalah dengan menghindari bahan makanan dan produk kimia yang menyebabkan alergi. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter.
  2. Ringworm: ini adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab. Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
  3. Psoriasis: gangguan ini belum dapat disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut. Penyebab pasti dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel limfosit T dan limfosit  Pada psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan.
  4. Kanker kulit: gangguan pada kulit disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.
Gangguan pada hati

Penyakit hati bisa disebabkan oleh infeksi virus, tidak bekerjanya hati dan empedu. Kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan hati misalnya penyakit hepatitis dan icterus (penyakit kuning).


  1. Hepatitis: adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.
  2. Penyakit kuning: ini disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.
Gangguan pada paru-paru

Penyebab utama yang membuat paru-paru tidak berfungsi secara optimal adalah infeksi virus dan bakteri serta polusi udara. Polusi udara disebabkan oleh asap pabrik, kendaraan, pembakaran, dan asap rokok. Penyakit pada paru-paru misalnya asma, TBC, pneumonia, dan kanker paru-paru.



  1. Asma; dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.
  2. Tuberculosis (TBC); penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. TBC dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut latent tuberculosis. Apabila penderita latent tuberculosis tidak menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis.
  3. Pneumonia; sering terjadi pada balita, penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan.

    sumber : http://luvsehat.blogspot.com
Read More >>

Kamis, 18 Oktober 2012

PROTISTA ALGAE


Protista Menyerupai Tumbuhan:

Para ahli biologi awalnya mendeskripsikan protista adalah seluruh hewan-hewan eukarioyik bersel tunggal (Protozoa). Perkembangan selanjutnya Whitaker, 1969 memasukkan alga/ Ganggang dan jamur lendir dan jamur air ke dalam protista sehingga protista memilki cakupan pembahasan yang cukup luas meliputi eukariotik bersel satu (uniseluler) sampai organisme eukariotik bersel banyak (multiseluler) dengan bentuk sederhana.
Secara hirarki maka Protista dibagi tiga
  1. Protista menyerupai hewan : Protozoa ,
  2. Protista menyerupai jamur : Oomycotina dan Myxomicotina
  3. Protista menyerupai tumbuhan Algae : meliputi Alga hijau, keemasan , coklat dan merah
  • untuk alga biru masuk dalam kelompok Kingdom monera karena ganggang biru masih Prokaryotik .
Kita bahas kali ini tentang Ganggang / Algae secara berturutan OK



ALGAE
Deskripsi ciri
  • merupakan kelompok organisme yang bervariasi baik bentuk, ukuran, maupun komposisi senyawa kimianya.
  • alga ini ada berbentuk uniseluler (contoh Chlorococcus sp), koloni (Volvox sp), benang (filamen) (contoh Spyrogyra sp) serta bercabang atau pipih (contoh Ulva sp, Sargasum sp dan Euchema sp).
  • Alga ini tidak memiliki akar, batang dan daun sejati masih dalam bentuk Thallus . maka sering juga di klasifikasikan dalam kelompok Thallophyta bukan Kormophyta itulah sebabnya alga tidak dapat digolongkan sebagai tumbuhan (Plantae).
  • Di dalam sel alga terdapat berbagai plastida yaitu organel sel yang mengandung zat warna (pigmen).
  • Plastida yang terdapat pada alga terutama kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berperan penting dalam proses fotosintesis.
  • Alga bersifat autrotof karena dapat menyusun sendiri makanannya berupa zat organik dan zat-zat anorganik melalui Fotosintesis OK
  • Dinding selnya menghasilkan lendir , sehingga lingkungan jadi licin .
  • Selain klorofil alga ini mengandung pigmen , yang pigmen ini sebagai dasar pengelompokan.
  1. Chlorophyta mengandung kloroplast mutlak sehingga berwarna hijau - Alga hijau
  2. Chrissophyta mengandung Karoten ( orange) dan Xantofel(kuning)
  3. Phaeophyta mengandung Phycoxantin ( coklat/pirang )
  4. Rhodophyta mengandung Phycoerythrin ( merah)
1. Chlorophyta (alga hijau)

Ciri ciri Chlorophyta (alga hijau)
Divisio Chlorophyta(ganggang hijau)

  1. Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten, khlorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
  2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
  3. Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
  4. Sel berinti sejati, satu atau lebih.
  5. Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
  6. Dinding sel mengandung selulose.
  7. Banyak terdapat di danau, kolam ada juga yang hidup di laut
  8. Bentuk talus/struktur vegetatif
    1. uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
    2. uniseluler nonmotil/kokoid / bulat : Chlorella sp.
    3. koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
    4. koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
    5. palmeloid: Tetraspora sp.
    6. dendroid: Prasinocladus sp.
    7. berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp.
    8. tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
    9. heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
    10. berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
    11. lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
    12. berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
    13. berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.
Perkembangbiakan
  1. secara vegetatif: dengan fragmentasi talusnya
  2. secara aseksual: dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora.
  3. secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami.
Chlorophyta dibagi menjadi 2 kelas, yaitu Chloropyceae dan Charophyceae
Menurut Smith (1955) Kelas Chlorophyceae dibagi menjadi 12 Ordo (bangsa), yaitu:
  1. Volovocales
  2. Tetrasporales
  3. Ulothrichales
  4. Ulvales
  5. Schizogoniales (Prasiolales)
  6. Cladophorales
  7. Oedogoniales
  8. Zygnematales
  9. Chlorococcales
  10. Siphonales
  11. Dasycladales
  12. Siphonocladales.
Tempat hidup
Sebagian besar 90% merupakan algae air tawar terdapat pula di tanah atau di dinding tembok yang lembab, di atas batang pohon dan dapat pula sebagai epifil (pada permukaan daun).
1. Chlorella
  • Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar.
  • Ukuran tubuh mikroskopis,
  • bentuk bulat,
  • berkembangbiak dengan pembelahan sel.
  • Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium sebagai SCP(Single Cell Protein)atau Protein Sel Tunggal
  • Protein Sel Tunggal untuk penyedia protein masa depan
  • Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan, bahan kosmetik dan bahan makanan. 
  • Serbuk Chlorella dalam industri obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan “Sun Chlorella”. 
  • Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan)

2. Chlorococcum
  • Tubuh bersel satu,
  • tempat hidup air tawar,
  • bentuk bulat telur,
  • setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk.
  • Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual)

Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak

Chlamidomonas

  • Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloroplas.
  • Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid
  • Pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung (amilum)
  • Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi (perhatikan gambar berikut ini).

Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak

Hydrodictyon
  • Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar
  • Koloninya berbentuk seperti jala.
  • Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.
  • Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi.
  • Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru.
  • Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi.
Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Volvox
  • Volvox ditemukan di air tawar
  • Koloni berbentuk bola jumlah antara 500 - 5000 buah
  • Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata
  • Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.
Chlorophyta berbentuk benang

Spyrogyra
  • Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan.
  • Bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti.
  • Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi,
  • Reproduksi seksual dengan konjugasi.


Adapun langkah-langkah konjugasi yaitu:
  • Dua benang saling berdekatan,
  • sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan.
  • Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi.
  • Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain.
  • Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami
  • segera diikuti oleh peleburan inti yang disebut kariogami.
  • Hasil peleburan membentuk zigospora diploid.
  • Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang Spirogyra baru yang haploid.
Oedogonium
  • Ganggang ini berbentuk benang
  • ditemukan di air tawar dan melekat di dasar perairan
  • Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang berflagela banyak.
  • Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid).
  • Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.
Chlorophyta berbentuk lembaran

Ulva
  • Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar,
  • bentuk seperti lembaran daun.
  • Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan
  • spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. (perhatikan gambar di bawah):


Chara

  • Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan.
  • Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil.
  • Pada ruasnya terdapat nukula dan globula.
  • Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum.
  • Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel.
  • Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi.

Phaeophyta (alga coklat)
  • Bentuk tubuh alga ini seperti tumbuhan tinggi.
  • Ada sekitar 1.500 spesies alga coklat, sebagian besar hidup di air laut, terdampar di pantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar = hold fast).
  • Alga coklat ini sering disebut klep yang merupakan protista laut terbesar dan paling rumit.Berwarna kecoklatan karena memiliki pigmen yang dominan fikosantin selain klorofil, karoten dan xantofil.
  • Alga coklat banyak memiliki struktur khusus.
  • Tubuh tanaman yang bercabang dapat memiliki kantong udara untuk mempertahankan agar tetap dapat mengapung.
  • Daun alga lebar yang mirip dengan daun tumbuhan biasa terhubung ke tangkai keras disebut stipe.
  • Holdfasts yang bersel banyak (multiseluler) membuat tanaman tetap menempel ditempatnya.
  • Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, reproduksi generatif dengan membentuk alat kelamin yang disebut konseptakel jantan dan konseptakel betina.
  • Di dalam konseptakel jantan terdapat Anteridium dan di dalam konseptakel betina terdapat oogonium yang menghasilkan ovum.
  • Spermatozoid membuahi ovum yang menghasilkan zigot.
Contoh dari algae ini antara lain :
  1. Sargassum
  2. Macrocystis
  3. Ectocarpus
  4. Fucus
  • Alga coklat seperti alang-alang batu atau Fucus merupkan organisme yang biasa terdapat digaris pantai perairan dingin yang berbatu-batu.
  • Di Asia berbagai macam alga coklatdikonsumsi sebagai makanan.
  • Banyak orang menganggap alga coklat dan alga merah mungkin menjadi sumber makanan bagi manusia untuk masa yang akan dating.
  • Algin, senyawa yang ditemukan pada alga coklat sering digunakan dalam pembuatan lateks, bahan untuk mengkilap keramik , kosmetik, dan es krim.
Sargassum dengan gelembung udara sehingga mengambang di pwemukaan perairan laut

Sargassum
Rhodophyta (alga merah)

  • Ganggang ini hidup di laut, bentuk tubuh seperti rumput sehingga disebut dengan rumput laut. Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran.
  • Warna merah karena mengandung pigmen fikoeritrin.
  • Reproduksi seksual dengan peleburan antara spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot.
  • Zigot tumbuh menjadi ganggang merah.
Contoh:
  1. Euchemma spinosum
  2. Gelidium
  3. Gracilaria
  4. Rhodymenia
  5. Scinata.
Euchemma spinosum


  • Merupakan penghasil agar-agar di daerah dingin.
  • Ganggang merah mempunyai pigmen yang disebut fikobilin yang terdiri dari fokoeritrin (merah) dan fikosianin (biru).
  • Hal ini memungkinkan ganggang yang hidup di bawah permukaan laut menyerap gelombang cahaya yang tidak dapat diserap oleh klorofil.
  • Kemudian pigmen ganggang ini menyampaikan energi matahari ke molekul klorofil.
  • Sebgaian alga merah merupakan tumbuhan penghasil makanan yang penting di beberapa tempat di Asia.
  • Alga merah juga merupakan sumber agar-agar yang digunakan untuk menumbuhkan organisme di laboratorium.

Gelidium sp
  • Gelidium sp merupakan spesies Rhodophyta yang sangat rapuh karena kandungan florideannya yang sangat tinggi.
  • Alga ini memiliki sebaran habitat perairan laut yang cukup luas, sehingga dapat ditemukan dibeberapa jenis perairan laut.
  • Kekhasan spora alga ini adalah dapat membentuk tunas.
  • Metegenesis Gelidium sp termasuk yang mengalami tiga fase,
  • Dalam daur hidupnya kita dapat menemukan Gelidium dalam fase gametofit, karposforofit, dan tetrasporofit.
Chrysophyta (ganggang keemasan)
  • Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut.
  • Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak.
Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu:
  1. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
  2. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
  3. Kelas Diatomae (Bacillariophyceae)

Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
  • Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan.
  • Contoh: Vaucheria.
Vaucheria
  • tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat.
  • Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
  • Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot.
  • Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
  • Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora.
  • Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.
Kelas Keemasan (Chrysophyceae)
  • Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil.
  • Tubuh ada yang bersel satu,
  • Contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.
Kelas Diatom (Bacillariophyceae)
  • Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit.
  • Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan.
  • Tubuh ada yang uniseluler dan koloni.
  • Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
  • Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.

Alga Api (Pyrrhophyta)
  • Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata,
  • tubuh tersusun atas satu sel memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif.
  • Ciri yang utama bahwa di sebelah luar terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel.
  • Alga api berkembangbiak dengan membelah diri,
  • kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar.
  • Contohnya adalah Perodinium. Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya, yang kemampuannya disebut biolumenisai. Alga ini juga sering disebut dengan Dinoflagellata
Euglenophyta
  • Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak bebas.
  • Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis.
  • Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab,
  • contohnya: Euglena.
Euglena

  • terdapat di air tawar, misal di sawah.
  • Bentuk tubuh sel oval memanjang, pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak.
  • Dekat mulut terdapat bintik mata (stigma) yang gunanya untuk membedakan gelap dan terang.
  • Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil. Oleh karena itu Euglena berwarna hijau.
  • Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis dan juga dapat memakan zat-zat organik.
  • Karena Euglena mampu melakukan fotosintesis maka dikatakan hidup secara fotoautotrof.
  • Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof karena memakan bahan organik yang tersedia.
  • Cara berkembang biak yaitu dengan membelah diri yang disebut pembelahan biner.
  • SEJARAH KLASIFIKASI ALGAE
    ini kami berikan paparannya agar tidak bingung dengan berbagai buku , baik buku lama , buku baru maupun baku lebih baru lagi dengan pengklasifikasiaanya . Prinsipnya dikelompokkan dalam kelompok apa saja ya itu tetap Algae ( Ganggang ) OK
    Taksonomi Algae
    1. Linnaeus membagi Cryptogamae menjadi 4 bangsa yaitu: Filices, Musci, Algae dan Fungi.
      De Jussieu membagi tumbuhan menjadi 3 golongan, Acotyledoneae, Monocotyledoneae, Dicotyledoneae.
    2. Tahun 1880 diperkenalkan suatu sistem yang membagi Cryptogamae menjadi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta.
    3. Thallophyta yang terdiri dari dua anak kelas Algae dan Fungi dibedakan dari Bryophyta dan Pteridophyta berdasarkan pada struktur alat penghasil spora dan gamet serta perkembangan zigotnya.
    4. Dipermasalahkan mengenai keabsahan (validitas) dari Thallophyta.
      Algae dan Fungi mempunyai kesamaan ciri-ciri yang digunakan untuk memisahkan keduanya dari tumbuhan lain, atas dasar kesamaan ini dipertanyakan apakah fungi berasal dari algae? dalam kenyataan, tidak satu fungi pun berasal dari algae. Dengan demikian divisi Thallophyta tidak dapat dipertahankan, sehingga bukan merupakan divisi yang valid. Sebaiknya Algae dan Fungi ditempatkan dalam satu atau lebih divisi.
    5. Ciri-ciri yang akan digunakan sebagai dasar untuk memberi definisi algae:
      1. menurut Fritsch (1935): Algae harus holofitik yang gagal mencapai ciri deferensiasi Archegoniatae.
      2. Smith (1955 ) mendasarkan pada struktur organ seksualnya.
    6. Sampai permulaan abad 20 telah dikenal 4 kelas Algae, yaitu Chlorophyceae, Phaeophyceae, Rhodophyceae dan Myxophyceae (Cyanophyceae). Ahli Protozoologi menempatkan semua organisme bersel tunggal yang berkhlorofil, berflagella seta motil dalam kelas Mastigophora dari filum Protozoa. Para pakar botani mengeluarkan anggota-anggota tertentu dari deret (seri) Volvocin. Rabenhorst menempatkan seri Chlamydomonas-Volvox dalam ganggang hijau rumput dan diberi nama Chlorophyllaceae.
      Xanthophyceae (Heterokontae) dipisahkan dari Chlorophyceae pada permulaan abad 20 dan Fagellatae tertentu yang berpigmen dimasukkan dalam kelas Xanthophyceae.
      Berbagai macam kelompok yang semula oleh pakar Protozoologi dimasukkan dalam Mastigophora secara filogegenetik berhubungan dengan organisme yang bersifat algae sejati.
    7. Sistem klasifikasi algae ada bermacam-macam. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan terutama dalam penelitian fisiologi, biokimia, dan penggunaan mikros- kop elektron, maka klasifikasi algae ke dalam divisinya, kini didasarkan pada:
      1. pigmentasi,
      2. hasil fotosintesis,
      3. flagelasi,
      4. sifat fisij dan kimia dinding sel,
      5. ada atau tidak adanya inti sejati.

      Atas dasar hal tersebut, Smith membagi algae menjadi; Divisi: Chlorophyta, Euglenophyta, Pyrrophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, Rhodophyta dan Cyanophyta. Pyrrophyta, Chrysophyta,dan Euglenophyta termasuk Protista (Protista algae); Cyanophyta termasuk Monera.
    8. Algae mempunyai bermacam-macam bentuk tubuh:
      1. Bentuk uniseluler: bentuk uniseluler yang berflagela dan yang tidak berflagela.
      2. Bentuk multiseluler:
        1. a. koloni yang motil, b. koloni yang kokoid
        2. Agregasi: bentuk palmeloid, dendroid, dan rizopoidal.
        3. Bentuk filamentik: filamen sederhana, filamen bercabang, filamen heterotrikh, filamen pseudoparenkhimatik yang uniaksial dan multiaksial.
        4. Bentuk sifon/pipa.
        5. Pseudoparenkhimatik
    9. Reproduksi
      1. Vegetatif: fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan hormogonia.
      2. Aseksual: pembentukan mitospora, zoospora, aplanospora, hipnospora, stadium pamela.
      3. Seksual: isogami, heterogami yang terdiri dari anisogami dan oogami, aplanogami, autogami.
    10. Pergantian keturunan
      1. Pergantian keturunan haplobiontik terdiri dari: pergantian keturunan yang haplontik dan diplontik.
      2. Pergantian keturunan yang isomorfik dan heteromorfik.
    Divisi: Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Cyanophyta
    Charophycaea
    1. Tubuh merupakan talus yang tegak, beruas dan berbuku-buku dan bercabang. Cabang yang pertumbuhannya tak terbatas keluar dari buku-buku tersebut dan dari setiap buku keluar cabang yang pertumbuhannya terbatas, yaitu cabang lateral (filoid) yang letaknya melingkari buku tersebut. Tubuh ini sering diliputi oleh CaCO3.
    2. Reproduksi.
      1. secara seksual: dilakukan dengan oogami. Alat kelamin betina dikelilingi benang-benang steril yang letaknya melingkar hingga membentuk spiral. Alat kelamin jantan, terdiri dari satu sel, masing-masing anteridium disatukan dalam filamen yang uniseriate dan dibungkus oleh selubung yang terdiri dari 8 sel.
      2. secara vegetatif: dengan membentuk bintang-bintang amilum dan bulbus.
    • Dengan melihat struktur alat kelamin dan adanya stadium protenema dalam perkembangan zigot,
    • struktur vegetatif dari tubuhnya,
    • maka beberapa ahli mengatakan bahwa kedudukan Chara berada antara Thallophyta dan Bryophyta.
    • Jenis-jenis yang masih hidup adalah Chara spp dan Nitella spp kesemuanya hidup di air tawar.
    Divisi Phaeophyta
    Hanya terdiri dari satu kelas : Phaeophyceae
    Ciri-ciri
    1. Tubuh selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup di lautan daerah beriklim dingin.
    2. Set vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.
    Reproduksi
    Sel reproduksi yang motil baik zoospora ataupun zoogamet berflagela 2 buah, tidak sama panjang dan terletak dibagian lateral dari sel, bertipe whiplash dan tinsel. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan zoospora atau aplanospora. Reproduksi seksual dilakukan secara isogami, anisogami atau oogami.
    Daur hidup
    Jenis-jenis dari bangsa-bangsa dalam Phaeophyceae mempunyai daur hidup dengan pergantian keturunan, kecuali jenis-jenis dari bangsa Fucales. Ada tiga tipe pergantian keturunan, yaitu: isomorfik (Dictyola sp.), heteromorfik (Laminaria sp). Dan diplontik (Sargassum sp.)
    Tempat hidup
    Sebagian besar hidup di laut hanya ada beberapa jenis saja yang hidup di air tawar.
    Divisi Rhodophyta

    Hanya mempunyai satu kelas, yaitu Rhodophyceae.
    Ciri-ciri
    1. Sel mempunyai dinding yang terdiri dari selulose dan agar atau karagen.
      Rhodophyceae tidak pernah menghasilkan sel-sel berflagela.
    2. Pigmen
      Khlorofil: terdiri dari khlorofil a dan d.
      Fikobilin: fikoeritrin dan fikosianin yang sering disebut pigmen aksesoris.
      - karoten
      Pigmen-pigmen tersebut terdapat dalam kloroplas
    3. Cadangan makanan berupa tepung flaridea dan terdapat diluar khloroplas.
    4. Talus
      Hampir semuanya multiseluler, hanya 2 marga saja yang uniseluler. Talus yang multiseluler berbentuk filamen silinder ataupun helaian. Pada dasarnya talus yang multiseluler, terutama yang tinggi tingkatannya terdiri dari filamen-filamen yang bercabang-cabang dan letaknya sedemikian rupa hingga membentuk talus yang pseudoparenkhimatik. Talus umumnya melekat pada substrat dengan perantaraan alat pelekat. Pada Rhodophyta yang tinggi tingkatannya ada 2 tipe talus: monoaksial dan multiaksial.
    Reproduksi
    Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan fragmentasi. Rhodopyceae membentuk bermacam-macam spora, karpospora (spora seksual), sporta, netral, monospora. Tetraspora, bispora, dan polispora.
    Pergantian keturunan
    Pada yang tinggi tingkatannya terdiri dari 2 tipe, yaitu bifasik dan trifasik.
    1. Bifasik: inti zigot langsung mengadakan meiosis; hingga menghasilkan karposporafit haploid yang tumbuh pada gametofitnya atau inti zigot membelah mitosis hingga membentuk karposporangium yang intinya diploid inti karposporangium mengadakan meiosis dan membentuk karpospora yang haploid. Karposporofit berada pada gametofit.
    2. Trifasik: inti zigot hanya membelah mitosis, membentuk karposporangium dengan karpospora yang diploid. Karposporofit terdapat pada gametofit, karpospora yang diploid tumbuh menjadi tetrasporofit yang diploid dan hidup bebas, tetrasporangium yang terbentuk intinya membelah meiosis dan menghasilkan 4 spora yang haploid (tertraspora). Tetraspora tumbuh menjadi gametofit. Gametofit dan tetrasporofit umumnya isomorfik.

      sumber:biologigonz.blogspot.com
    Read More >>

    Rabu, 17 Oktober 2012

    Akibat cuaca panas

    CUACA PANAS DAPAT MEMICU SERANGAN JANTUNG


    Jangan anggap remeh Cuaca panas.  Kondisi ini menurut para ahli dapat menimbulkan risiko dan ancaman bagi kesehatan. Ahli jantung terkemuka, Dr Chauncey Crandall, mengungkapkan bahwa cuaca panas dapat membunuh, terutama karena dapat mengakibatkan masalah pada jantung.
    Belum lama ini Badan Pencegahan dan Pengendali Penyakit Amerika Serikat,CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengeluarkan pernyataan, agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas olahraga dalam cuaca musim panas. Karena menurut penjelasan resmi yang dikeluarkan oleh CDC, latihan khusus pada cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan serius dan stroke. Peringatan ini terutama ditujukan bagi atlet di sekolah yang kerap mengikuti kejuaraan dan latihan pada cuaca panas.
    Kematian akibat latihan olahraga pada kondisi cuaca panas adalah tragedi, yang semestinya bisa dicegah. Karenanya guru dan orang tua agar mengenali gejala terkait dengan gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang ekstrim.
    Menurut Asosiasi Jantung Amerika Serkat (AHA), puncak kematian pasien dengan serangan jantung tidak hanya terjadi musim dingin, namun juga di musim panas. Dr Crandall mengatakan bahwa temuan ini tidak terlalu mengejutkan, karena ia sering melihat kekambuhan pasien dengan masalah jantung yang dipicu oleh panas.
    “Ketika tubuh terlalu panas, hipertermia dapat terjadi,” katanya. Hipertemia adalah suatu kondisi di mana inti tubuh menjadi terlalu panas.
    “Kondisi ini, ditambah dengan dehidrasi, mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit, dan sebagai hasilnya, seseorang dapat mengalami syok kardiogenik,” katanya.
    Pada saat ternjadinya syok kardiogenik, jantung tiba-tiba menjadi lemah dan tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. “Ini dapat menyebabkan kegagalan multi-organ yang dapat memicu serangan jantung atau kematian jantung mendadak,” kata Dr Crandall, yang menjabat sebagai Direktur Program tTansplantasi Jantung dari Palm Beach Cardiovascular Clinic, Florida.
    Menurut Crandall, kelompok yang sangat rentan menderita serangan jantung akibat cuaca panas adalah orang-orang yang tidak terbiasa terhadap panas ekstrem, seperti negara-negara di bagian utara.
    Kelompok usia tertentu, kata Crandall, juga memiliki risiko lebih tinggi. “Orang tua telah kehilangan kemampuan untuk mendinginkan suhu tubuh mereka. Kelenjar keringat mereka telah kering, sehingga kemampuan tubuh mereka untuk mempertahankan suhu inti tubuh sudah tidak bekerja dengan baik seperti ketika mereka masih muda,” katanya.
    Data dari Centers for Disease Control (CDC), AS menyebutkan, panas yang berlebihan menyebabkan kematian 8.015 orang antara tahun 1979 dan 2003. Penghitungan ini lebih tinggi daripada mereka yang kehilangan nyawa akibat dari angin topan, petir, banjir, dan gempa bumi.
    Menurut Dr Crandall, salah satu bahaya terbesar dari suhu panas adalah dehidrasi. Kurangnya cairan tubuh dapat mengakibatkan ketidakteraturan detak jantung yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai fibrilasi atrium.
    Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa cuaca panas meningkatkan risiko serangan jantung. Crandall memperingatkan pasien jantung agar berhati-hati dan mencari tempat yang dingin saat cuaca panas terjadi. Bahaya lainnya, lanjut Crandall adalah bahwa panas yang ekstrim menyebabkan pembuluh darah melebar. Kondisi ini dapat sangat membahayakan bagi orang yang sedang menggunakan obat umum seperti obat tekanan darah.
    “Mereka bisa pingsan. Kita melihat kejadian ini sepanjang waktu,” kata Crandall.

    Gejala

    Crandall mengungkapkan, cuaca panas juga dapat memicu sengatan panas atau heatstroke. Penderitanya biasanya memiliki beberapa gejala seperti, kurang berkeringat, dengan kulit terasa panas dan kering ketika disentuh, mual dan muntah, kulit memerah, napas cepat, jantung berdetak cepat, sakit kepala, kejang otot serta hilangnya kesadaran.
    Gejala pertama yang biasanya muncul adalah kram panas yang terjadi pada, kaki, tangan dan perut. Jika tidak segera diobati, gejala yang terjadi berikutnya adalah sakit kepala, pusing atau sakit kepala ringan, mual, dan kulit yang terasa dingin dan lembab. Jika gejala ini tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa.
    “Salah satu hal paling penting untuk mengenali tentang heatstroke, dan lainnya yang berhubungan dengan masalah panas adalah bahwa kodisi sebetulnya dapat dihindari,” kata Dr Crandall.

    Berikut tips sederhana dari Dr Crandall dalam menghadapi cuaca panas:
    • Pakailah pakaian yang longgar.
    • Pastikan Anda terhidrasi dengan baik. Minum 1-3 gelas air sebelum ke luar ruangan, dan kemudian melanjutkan minum air setiap 20-menit, bahkan jika Anda merasa sedang tidak haus.
    • Jika Anda sedang mengonsumsi obat hipertensi atau jantung, perlu diingat bahwa Anda mungkin akan merasa efek panas yang lebih tajam dan harus segera mengambil tindakan pencegahan. Anda bisa meminta bantuan dokter jika merasa butuh penyesuaian.
    • Pakailah topi bertepi lebar.
    • Hindari alkohol dan minuman berkafein, karena minuman ini dapat menarik air keluar dari tubuh.
    • Berhati-hatilah berjalan atau berolahraga di panas. Tetap berolahraga di tempat yang teduh bila memungkinkan.
    • Hindari sinar matahari pada siang hari hingga jam 3 sore, karena panas matahari sangat intens ketika jam-jam tersebut.
    Sumber : kompas.health.com & ptphapros.co.id/

    Read More >>

    Wayang Kulit

    Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan salah satunya adalah wayang kulit

    Pagelaran wayang kulit oleh dalang terkemuka di Indonesia, Ki Manteb Sudharsono.
    Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan', hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
    Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji.
    Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat.

     Sejarah Wayang Kulit


    Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia,
     Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.
     WAYANG JUGA salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara bany`k karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
    sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita­cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.
     Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.
    Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak,,
     Demikian cuplikan cerita dann sejarah wayang kulit,,

    sumber:berbagai sumber
    Read More >>

    Selasa, 16 Oktober 2012

    DAFTAR TANAMAM OBAT HERBAL INDONESIA

    DAFTAR TANAMAM OBAT HERBAL INDONESIA



    Adas / Foeniculum vurgare Mil
    Adas manis / Clausena anisum-olens Merr
    Adas manis buah dan biji / Pimpinella anisum L
    Adem ati / Litsea chinensis Lamk
    Air mancur / Jacobinia carnea Lindl, Nicholas
    Akalipa / Acalypha wilkesiana L, Muell. Arg.
    Akasia / Acacia sieberiana DC
    Alamanda / Allamanda cathartuca L
    Alang-alang / Imperata cylindrica L, Beauv
    Alpukat / Persea gratissima Gaertn
    Ambre / Geranium radula Cavan
    Amis-amisan / Houttuynia cordata Thunb
    Andong / Cordyline fruticosa L, A.Chev
    Anewi semu bagian / Cichorium intybus L
    Anggrek bonggol / Pholidota chinensisi Lindl
    Anggrek tanah / congkok / Phaius tankervilliae Ait, Bl
    Anggrek tanah / Spathoglottis plicata Bl
    Anggur / Vitis vinivera L
    Anggur laut / Coccolaba uvifera L
    Angrek kupu / Arundia chinensis Bl
    Angrung / totongoan / Trema orientalis Bl
    Angsana / Peterocarpus indica Willd
    Antanan / Viola odorata L
    Anting-anting / Fushia speciosa Hor
    Anuma / Artemisia annua L
    Anyelir / Dianthus superbus L
    Apel / Pyrus malus L
    Apel hijau/sawo siem / Chrysophyllum cainito L
    Arbai / Fragaria visca L
    Arben hutan / Rubus replexus Ker
    Arbenan / Duchesnea indica Andr, Focke
    Aren / kawung / Arenga pinnata Merr
    Asalia / Rhododendron simsii Planch
    Asam jawa / Tamarindus indica
    Asam keranji / Dialium indum L
    Asam landa / Pithecollobium dulce Roxb, Benth
    Aseman / Palygonum chinensis  L
    Asparagus / Asparagus officinalis L
    Awar-awar / Ficus septica Burm f
    Ayang-ayang / Elaeocarpus grandiflora J.E. Smith
    Babadotan / Ageratum conyzoides L
    Bakung /  Crinum asiaticum L
    Bakungan / Hymenocallis littoralis Jacq, Salisb
    Baligo / Benincasa hispida Cogn
    Bamban / Donax cannaeformis G.Forst, K. Schum
    Bambu apus / awi tali / Gigantolochloa / apus Kurz
    Bambu kuning / Bambusa vulgaris Schard
    Bangun-bangun / Plectranthus amboinicus L.
    Barambangan / Aneilema malabaricum L
    Baret / Mimosa invisa Mart
    Baru cina/sundomolo / Artemisia vulgaris L.
    Bawang daun / Allium fistulosum L
    Bawang merah / Allium Cepa L
    Bawang prey / Allium porrum Bl
    Bawang putih / Allium sativum L
    Bawang sabrang / Eleutherina americana Merr
    Bawang sebrang / Zephyrantes candida Herb
    Bayam / Althemanthera philoxeroides Mart, Griseb
    Bayam / Amaranthus caudatus Rumph
    Bayam belanda / Phytolacca acinossa Roxb
    Bayam duri / Amaranthus spinosus L
    Bayam lemah / Amaranthus blitum Miq
    Bayam merah / Alternanthera amoena Voss
    Bayam merah / Alternanthera sessilis L.
    Bayam tempo / Alternanthera philoxeriodes Grisseb
    Bayam ungu / Althemanthera strigosa Hask
    Begonia / Begonia fimbristipulata Hance
    Begonia / Begonia glabra Kuiz ex Pav
    Begonia / Begonia laciniata Roxb
    Belimbing wuluh / Averrhoa bilimbi L
    Belingbing asam / Averhoa bilimbi
    Belingbing legi / Averrhoa carambola L
    Belingbing manis / Averhoa carambola L

    Belingu batang / Benincasa hispida Cogn
    Benalu / Henslowia frutescens Champ
    Benda / Artocarpus elastica Reinw
    Bengkuang / Pachyrrhizus erosus Urb
    Bengle / panglay / Zingiber purpureum Roxb
    Bereng / cau mangala / Musa brachycarfa Backer
    Beringin / Ficus benjamina L

    Bidara laut / Strychnos ligustrina Bl
    Bidara upas / Merremia mammosa Lour Hall.f. folium
    Biduri / Calotropis gigantea R.Br, Willd
    Bintaro / Cerbera manghas L
    Bligo / Benincasa hispida Cogn
    Bluntas / Pluchea indica Less
    Blustru / Luffa cylindrica Roem
    Brambangan / gewor / Aneilema malabaricum L, Merr
    Brenuk / Crescentia cujete L
    Bribil / Galinsoga parviflora Cav
    Brojo lintang / Belamcanda chinencis L.DC
    Brotowali / Tinospora crispa Beume
    Brotowali / Tinospora tuberculata Beumee
    Buah negri / konyal / Passsiflora edulis Sims
    Buah peach / Prunus persica L, Batsch
    Buah samarinda / Carissa carandas L
    Bugenvil / Bougainvilea glabra Chois
    Bulu / Ficus annulata Bl
    Buncis / Phaseolus vulgaris L
    Bunga  desember / Haemanthus multiflorus Tratt, Martyn
    Bunga altela / Althaea rosea L, Cav

    Bunga karang / Hedyotis uncinella Hook Et Arn
    Bunga knop / bunga kancing  Gomprhena globosa L
    Bunga lili / Lilium Brownii F.E. Brrown
    Bunga lilin / Pachystachys lutea L
    Bunga madia Thunbergia grandiflora Roxb
    Bunga matahari / Helianthus annus L
    Bunga pagoda / Clerodendron squamatum Vahl
    Bunga pukul depalan / Turnera subulata J.E Smith
    Bunga pukul empat / Mirabilis jalapa L
    Bunga pukul empat / Turnera subukata
    Bunga sepatu mawar / Hibiscus syriacus L
    Bunga tasbih / Canna indica Linn
    Bungli akar kulit / Oroxylum indicum Vent
    Bungo-bungo daun / Hygrophilia spec
    Bungur / Lagerstroemia loudonii T & B
    Bungur / Lagerstroemia speciosa Pers
    Buni / Antidesma bunius L, Spreng
    Burang / Trevesia sundacia Miq
    Cabe jawa / Piper retrofractum Vahl
    Cabe merah / Capsicum annum L
    Cabe rawit / cengek / Capsicum frutescens L
    Cabean / Piper sarmentosum Roxb ex Hunter
    Cakar ayam / Hemerocallis fulva L
    Cakar ayam / Salagirela desder lini Hieroa folium
    Calingcing / Oxalis barrelieri L

    Camcao batang / Cyclea peltata Miq Miers

    Cantik manis / Portulacca grandiflora Hook
    Ceguk / Quisqualis indica L
    Cemara / Casuarina equisetifolia L
    Cemara kipas / Thuja orientalis L
    Cempaka / Michelia champaka L
    Cempaka gondok / Talauma condoli L
    Cempaka mulya / Michelia figo Lour, Spreng
    Cendana / Santalum album L
    Cengkeh / Eugenia aromaica O.K
    Cengkuk / Quisqualis indika L
    Ceplikan / Ruelila tuberosa L
    Ceplukan / Physalis minima L
    Cerakin / Croton tiglium L
    Cdreme / Phyllanthus acidus / L, Skeels
    Cikra-cikri / Nothopanax pinnatum L

    Ciplukan / cecenet / Physalis peruviana L
    Ciplukan / Physalis angulata L
    Ciplukan blungsu / Passiflora foetida L
    Codo / Elaeganus loureirii Champ
    Coklat / Theobroma cacao L
    Cola / Cola nitida Achev
    Congcorang belut / Bridelia ovata Dence
    Dadap ayam / Erythrina variegata L
    Dadap bong / Erythrina microcarpa K & V
    Dadap cangkring / Erythrina fusca Lour
    Dadap duri / Erythrina microphylla poepp
    Dadap serep / Erythrina lithosperma Miq
    Damar / Agathis dammara Warb
    Dandelion / taraksum / Tarraxcum officinale Waggers
    Daun  sendok / Plantago mayor Herba
    Daun bludru / bongbo / Hedyotis capitellata Wall ex G.Don
    Daun dewa / Gynura procumbens Back
    Daun dewa /Gynura segetum folium Lour Merr
    Daun dolar / Ficus pumila L
    Daun duduk / Desmodium triquetrum DC
    Daun duri/asparagusAsparagus cochinchinesis Mer
    Daun encok  Plumbagon zeylanica L
    Daun gatal/luteng / Urtica grandidenatata Mig
    Daun ipi / Hedera helix L
    Daun jintan / Coleus amboinicus Lour
    Daun kentut / Paederia scanden ( Lour ) Merr
    Daun kupu-kupu / Bauhinia tomentosa L
    Daun lumut / Marantatha aleuconneura L
    Daun madu / Barleria cristata L
    Daun perak / Episcia repans Mart
    Daun persik / Daedalacanthus roseus T. Anders
    Daun putri / Mussaenda pubescens Ait f
    Daun sendok / Ki urat / Plantago major L
    Daun seribu / Achilea santolina L
    Daun seribu / Achillea millefolium L
    Daun ungu / handeuleum / Graptophyllum pictum Griff
    Delima / Pogostemon Cablin Benth

    Delima merah / Punica granatumvar rubra L

    Delingo/ jaringao / Acorus calamus L
    Dempo / nampu hijau / Alocasia cucculata Lour, Schoot
    Dempul lelat / Glochidion rubrum Bl
    Dewandaru / Eugenia uniflora L
    Digitalis / Digitalis purpurea L
    Dillenia / Dillenia Philipinensis Rolfe
    Dlinggo / Acorus colamus
    Drakean / Dracaena sanderina Vand ex L
    Druju  akar / Acanthus ilicifolius Linn
    Druju / Argemone mexicana L
    Dubosia / Duboisia leichardttii R.Br, F. Moeller
    Duku / Lansium domesticum Corr
    Duri tentang / Opuntia elatior Mill
    Durian / Durio zibenthinus Murr
    Eceng-eceng / Cassia sophera L
    Eceng-eceng / Gynandropsis ginandra L, Briq
    Eceng gondok / Eichhorina crassipes Solms
    Ekor  kucing / Acalypha hispida Burm.f
    Ekor anjing / Heliotropium indicum L
    Elo / Ficus glomerata Roxb
    Embacang / Mangiferafoetida lour
    Enau / Arenga pinnata Merr
    Ender akar / Anethum graveolens L
    Gadung / Dioscorea hispida Dennst
    Gadung cina / Smilax zaylanica L
    Gadung cina rimpang / Smilax china L
    Gamal / Gliricidia sepium Jacq
    Gambir laut / Clerodendron inerme L, Gaerth
    Gamet / Pologinum multiflorum Thumb
    Gandapura / Gaultheria fragrantissima Auct. Non Wall
    Gandarusa / Justicia gendarussa Burm.f
    Gandasuli / Hedychium coronarium Koen
    Gandasuli merah / Hedychium angustifolium Roxb
    Ganyong / ganyol / Canna edulis Ker
    Gardenia / Gardenia mutabillis Reinw
    Garut / sagu / Maranta arundinacea L
    Gayam / Inocarpus edulis Forst
    Gembolo / Dioscorea bulbifera L
    Gempur batu / pecah beling /Ruellia napifera Zoll & Mor
    Gendis / Clinacanthus nutans Lindau
    Gendola / Bacella rubra L
    Genjer / Limnnocharis flava L, Buch
    Genteng peujit / Quassia amara L
    Gewor / Commelina benghalensis L
    Gigil / Dichroa febrifuga Lour
    Ginje / Clerodendron indicum L, O.K
    Ginjean / Lenonurus sibiricus L
    Girang  /Leea aequata L
    Girang / Leea indica Burm f, Merr
    Girang merah / Leea rubra BI
    Glandiflorum / Solanum grandiflorum Auct
    Glisisidia / Glyricidia sepium Jacq, Kunth ex Walp
    Gobo / Arctium lappa L
    Gondang / Ficus variegata BI
    Gowok / Eugenia polycepala Miq
    Grindelia / Grindelia robusta Nutt
    Gringsingan / Hyptis suaveolens L, Poir
    Gucen / Rubus rosaefolius Smith
    Gude / hiris / Cajanus cajan Millspaugh
    Hiosiami / Hyoscyamus albus L
    Ifreh / Ficus glabella bi
    Ilat-ilatan / Ficus callocalosa Will. D
    Iler / jawer kotok / Coleus atropurpureus Benth
    Iles-iles/k. bangkai / Amorphophalus variabilis BI
    Ingu / Ruta angustifolia L, Pers
    Iprih / Ficus glabella Bl
    Irah-irahan / Ciscus discolor BL
    Iris / Iris pallida Lamk
    Jabung / jalentir / Erigeron sumatrensis  Retz
    Jagung / Zea mays L
    Jagung jali / hajeli / Coix lacryma jobi L
    Jahe / Zingeber officinale Rose
    Jaka tuwa / Scoparia dulcis L
    Jalu mampang / Mountera pertussa L, Auct
    Jambe rende / Areca pumila BI
    Jambon / Eugenia microcyma K & V
    Jambu air / Eugenia aqoea B.F
    Jambu biji / Psidium guajava L
    Jambu mawar / Eguenia jambos L
    Jambu monyet / Anacardium occidentale L
    Jamlang / Eugenia cumini Merr
    Jamur kayu / Ganoderma lucidum ( Leyss.ex Fr ) Karst
    Jangean / Mesona palustris BI
    Jangkang / Homalocladium platycladum F.Muell, Baily
    Janti / Sesbania sesban L, Merr
    Jarak / Jatropha podagrica Hook
    Jarak / Rinicus Communis L
    Jarak bali / Jatropha podagrica Hook
    Jarak cina / Jatropha gossypifolia L
    Jarak kepyar / Ricinus communis L
    Jarak pagar/kosta / Jatropha curcas L
    Jarak tintir / Jatropha multifida L
    Jarak Wulung  / Jatropha gossypifolia L
    Jarong lelaki / Stachyarpheta mutabilis Vahl
    Jarong lelaki Achyranthes Aspera L
    Jati / Tectona grandis L
    Jati belanda / Guazuma ulmifolia Lamk
    Jawer kotok / Coleus blumei Benth
    Jayanti / Sesbania sesbab Merr
    Jembirit / Tabernaemontana sphaerocarpa Bl
    Jenetri / Elaeocarpus ganitrus Roxb Bl
    Jengger ayam / Celosia cristata L
    Jengkol / Pithecollobium lobatu  Benth
    Jengot wesi/k.angin / Usnea misaminesis Hott

    Jenu / Derris elliptica Roxb, Benth
    Jeruju / Acanthus ilicifolius L
    Jeruk bali / Citrus maxima Merr
    Jeruk citrun / Citrus medica L
    Jeruk kates / Atalantia missionis Oliv
    Jeruk keprok / Citrus nobilis Lour
    Jeruk kingkit / Tripasia trifoliata DC
    Jeruk nipis / Citrus aurantium Aurantifolia L
    Jeruk purut / Citrus hystrix DC
    Jeruk sitrun / Citrus medica L
    Jintan ajeran / Coleus amboinicus Lour
    Jintan hitam / Nigella sativa L
    Jintan putih / Cuminum cyminum Linn
    Johar / Cassia siamea Lamk
    Joho / Terminalia bellirica Gaert Roxb
    Jombang / Sonchus aspersilus L, Vill
    Jombang semu bagian / Taraxacum officinale Weber et wiggers
    Jomloh / sintrong / Gynura crepidioides Benth
    Jrembak-jrembakan / Cardamine flexuosa With
    Jukut ibun / Drymaria hirsuta  Bartl
    Jukut pendul semua bagian / Kyllinga brevifolia Rottob
    Kacang emas / Phaseolus lunatus L
    Kacang hijau / Phaseolus radiatus L
    Kacang panjang / Vigna sinensis L, Savi ex Hassk
    Kacang ruji / Phaseolus calcaratus Roxb
    Kacang tanah / Arachis hypogaea L
    Kacapi / Sandoricum koetjape Burm.F.,  Merr
    Kacapiring / Gardenia augusta Merr
    Kadar lutung / Hydnocapus heterophylla BI
    Kaki kuda/pegagan / Centella asiatica Linn Urban
    Kaktus kaki giwang batang / Euphobia milli Chades Moulins
    Kala leli / Zantedeschia aethiopica L, Spreng
    Kalanchoe pinata Pers / Sosor bebek
    Kaliandra / Calliandra haematocephala L, Hassk
    Kamboja / Plumiera acuminata Ait
    kamboja kulit batang / Plumeria rubra L cv Acutifolia
    Kamboja merah / Plumeira rubra L
    Kamfer / Cinnamomum camphora L, Presl, Nees
    Kangkung / Ipomoea aquqtica Rourk,F
    Kangkung hutan / Ipomoea fistulosa Martr ex Choisy
    Kapai besar / Lygodium japonicum Thunb, Sw
    Kapas / Gossypium arborerum L
    Kapas cinde / Asclepias curassavica L
    Kapay besar / Lygodium japonicum Sw
    Kapitatum / Clerodendron capitatum Schum & Thou ,L
    Kapri / Pisum sativum L
    Kapulaga / Amomum cardamomum Willd
    Kapulaga sabrang / Elettaria cardamomum L, Maton
    Kapur barus kayu buah / Dryobalanops aromatica Gaertn.
    Kara / roay / Dolichos lablab L, Bl
    Kara bendo / Canavalia ensiformis L, DC
    Kara benguk / Mucuna pruriens DC
    Karet / Ficus elastica Nois ex Bl
    Karet merah / Ficus elastica L
    Kasingsat daun /  Cassia occidentalis Linn
    Katak dewot / Dioscorea pentaphylla L
    Katalea batik / Calatea lietzei E, Morren
    Kate mas / Euphorbia heterophlla L
    Katuk / Sauropus androgynus Merr
    Kayu angin / Usnea misaminensis Vain, Not
    Kayu apu /  Pistea stratiotes L
    Kayu hitam / Guatteria rumphii BI
    Kayu kula kulit, kulit akar /  Vitex parviflora Juss
    Kayu kuning / Arcangelisia  flava Merr
    Kayu lanang / Khaya sinegalensis L

    Kayu lanang / Oroxylum indicum L, Vent
    Kayu nasi / Maesa perlarius Lour Merr
    Kayu putih / Eucalyptus alba Reinw
    Kayu putih / Eucalyptus umbellata Dum. Cours
    Kayu putih / Metaleuca leucacenra L
    Kayu putih / Pistia stratiotes L
    Kayu rapet / Parameria laevigata Juss, Moldenke
    Kayu santan / Kickxia arborea BI
    Kayu sapi / Pometia pinnata J.R & G.Forst
    Kayu urip / patah tulang / Euphorbia tirucali L
    Kayumanis cina / Cinnamooum cassia Pres L
    Kayuni / Berberis fortune Lindl
    Kecapi / Sandiricum koetjape
    Kecipir / jaat / Psophocarpus tetragonolobus DC
    Kecomrang / honje / Nicolaia speciosa Horan
    Kecubung / Brugmancea Candida Pers
    Kecubung / kecubung cucuk / Datura tatula L
    Kecubung gunung / Brugmansia suaveolens Bercht & Presl
    Kecubung pendek / Datura stramonium L
    Kecubung wulung / Datura metel L
    Kedawung / Parkia roxburghii G.Don
    Kedelai / Zantedescia aethiopica L
    Kedele / Soya max Piper
    Kedingding / Cassia mimosoides L
    Kedongdong / Lannea gradis Engl
    Kedongdong / Spondias pinnata L.f, Kurz
    Kedongdong laut / Nothopanax fluticosum Mig
    Keji beling / Strobilanthes crispus Bl
    Keji besi / Hemigrapis rependa L, Hall.F
    Keladi / Caladium bicolor W, Ait, Vent
    keladi tikus / Thiponium flagelli forma Loard BL
    Kelapa hijau air / Cocos nucifera L
    Kelembak / Rheum officinale Baill
    Kelengkeng / Euphoria longana Lamk
    Kelingit taiwan daun / Malpighia coccigera Linn
    Kelor / Cucumis sativus L
    Kelor / Moringa oleifera Lamk
    Kemalean / Scurrula atropururea B.L
    Kemangi / Arcinan sanetom
    Kemangi / Ocimum basillcum L
    Kemarogan / Gymnopetalum leucostictum Miq
    Kembang anting-anting / Fuchsia speciosa Hort
    Kembang bugang / Celerodendrum calamitosum L
    Kembang bulan / Tithonia diversifolia Hemsley, A.Gray
    Kembang ceplikan / Solidago virgo-aurea
    Kembang coklat / Zephyranthes candida Herb
    Kembang emas / Stephanotis floribunda R.Br, Brongn
    Kembang gambir / Clerodendron inerme Gaertn
    Kembang kertas / Zinnia elegan Jacq
    Kembang kol / Brassica oleracea var.botrytis
    Kembang kuning / Cassia surattensis Burm f
    Kembang merak daun / Caesalpinia pulcherrima L Sw
    Kembang pukul empat / Mirabilisjalapa Linn
    Kembang sepatu / Hibiscus rosa sinensis L
    Kembang sepatu mawar / Hibiscus syriacus L
    Kembang sepatu sungsang / Hibiscus schizopetalus Mast, Hook.f
    Kembang sore / Abutilon indicum L. Sweet
    Kembang sungsang / Gloriosa superba L
    Kembang telang / Clitoria ternatea L
    Kembang torong / Hippeastrum equestre Herb
    Kembang torong / Hippeastrum puniceum Lamk, O.K
    Kembang wungu / Pharbitis nil L, Choisy
    Kemboja / Plumiera acuminata Ait
    Kemboja jepang / Euphorbia plumerioides Teysm
    Kemenyan / Styrax benzoin Dryand
    Kemiren / Hernandia peltata Meissn
    Kemiri / Aleurites moluccana L, Willd
    Kemlandean / mangandeuh / Scurrla atropurpurea Bl, Dans
    Kemlandingan / Leucaena glauca Benth
    Kemloko / Phyllanthus emblica L
    Kemukus / Piper cubeba L.F
    Kemuning / Murraya paniculata lacq
    Kenanga / Canangium odoratum Baill, L
    Kenari / Canarium commune L
    Kencur / Kaemferia galanga L
    Kendal / Cordia obliqua Auct
    Kendung / Helicia javanica BI
    Kenikir / Cosmos caudatus H.B.K
    Kenikir / Tagetes erecta L
    Kentang / Solanum tuberosum L
    Kentang ireng / Coleus tuberosus Benth
    Kepel / Stelechocarpus burahol
    Kepuh / Sterculia foetida L
    Kepundung / Baccaurea racemosa Muell Rrg
    Kerji besi / Hemigraphis rependa L
    Kertau / Morus macroura Miq
    Kesambi / Schleichera oleosa Lour , Oken
    Kesemek / Diospyros kaki Thunb
    Kesumba daun / Bixa orellana L
    Ketapang daun / Terminaliacatappa L
    Ketel / boled / Ipomoea batatas Poir
    Ketepeng kebo / Cassia alata L
    Ketepeng kecil / Cassia tora L
    Ketepeng sapi/menting / Cassia accidentalis L
    Ketul / Bidens chinensis Willd
    Ketumbar / Coriandrum sativum L
    Kewalot / Brucea javanica L, Merr
    Kewalotan / Bursera simaruba L
    Ki congcorang / Genteng peujit / Quassia amara L
    Ki sariawan/kerak nasi / Sambucus Javanica Reinw ex BI
    Ki tolod / Isotoma longiflora L, Presl

    Kibentili / Kickzia arborea Bl
    Kimpul / taleus padang / Xanthosoma violaceum Schoot
    Kina / Cinchona ledgeriana Moens
    Kina / Cinchona succirubra Pavon et Klot
    Kismis / Muehlenbeckia platyclada F.v Muell, Meissn
    Klabet batang / Trigonella foenum-graecum L
    Klembek / Rheum officinale Baill
    Klowot / Brucea javanica Meer
    Kluwih / Artocarpus altilis Park, Fsb
    Kmiren / Hernandia peltata Meissn
    Kmlaka / Phylanthus emblica L
    Kmukus / Piper cubeba L.F.
    Knikir / Cosmos caudatus HBK
    Knikir / Tagetes erecta L
    Knop / Kyllinga monocphala Rottb
    Kodo / Elaeagnus loureirii Champ
    Kol Danda / Pisonia alba Span
    Kola / Cola acuminata Schott et Endl
    Kola / Cola nitida A. Chev
    Komprey / Sumphytum offcinale follium L
    Kopi arabika / Coffea arabica L
    Kopi pahit / Dolichos lablab L
    Kopi robusta / Cpffea robusta L
    Korobendo / Canavalia ensyformis L
    Krambian / Biphytum sensivitum DC
    Krangean / Litsa cubeba L, Pers
    Krangkong / Ludwigia adscendens L, Hara
    Kremeh / Alternanthera sessilis R. Br
    Kremi / Portulaca quadripida L
    Krisan / Chrysanthemum indicum L
    Krokot cina / Euphorbia prostata W. Ait
    Krokot semu bagian / Portulaca oleracea L
    Kubis / Brassica oleracea var.caitata
    Kucing-kucingan / Anting/ Acalypha indica L
    Kuma-kuma / Crocus sativus L
    Kumis-kucing / Orthosiphon spicatus BBS
    Kumis kucing / Orthosiphon aristatus L
    Kumu-kuma / Crocus sativus L
    Kunci pepet / Kaempferia angustifolia Rosc
    Kunir putih / Curcuma alba rhizoma L
    Kunyit / Curcuma domestica Val
    kunyit putih / Kaemp foria rotunda Rhizoma L
    Kunyit rimpang / Curcuma longa Linn
    Kuping gajah / Anthurium andreanum Linden
    Kuping macan / Saxifraga slolonifera Meer
    Kwolot / Brusera simaruba L
    Labu air / Lagenaria leucantha Duch, Rusby
    Labu parang/merah  Cucurbita mochata
    Labu siam / Sechium edule Sw
    Lada / Piper ningrum L
    Laja goah / Alpinia malaccensis Burm f, Roxb
    Laja merah / Alpinia purpurata K. Schum
    Lampes / Ocimum sanctum L
    Landep / Barleria cristata L
    Landep / Barleria prionitis L
    Landik / Barleria lupulina Lindl
    Laos / laja / Alpinia galanga L, SW
    Laos merah / Alpina purpurata K.S
    Lara setu/akar wangi / Andropogon zizaniodes L,Urb
    Lasia spinosa Thw / Sambeng
    Lateng / Urtica grandidentata Miq.Non Moris
    Lawsonia inermis L / Pacar kuku
    Leci / Lichi chinensis Sonn
    Legetan / Spilanthes acmella Murr
    Legetan / Synedrella nodiflora Gaerten
    Legetan warak seluruh bagian / Adenostemma lavenia O.K
    Legundi / Vitex trifolia L
    Legundi laut akar / Vitex negundo L
    Lemon / Limonia acidissima Auct non L, Resisir
    Lempuyang / Zingiber amarican Bl
    Lempuyang gajah rimpang / Zingiber zerumbet Smith
    Lempuyang wangi Zingiber aromaticum Val
    Leng-lengan / Leucas lavandulifolia Smith
    Lengkeng / Euphoria longana Lamk
    Lerak / Sapindus rarak DC
    Lidah ayam / Polygala glomerata Lour
    Lidah buaya / Aloe ferox Miller
    Lidah buaya / Aloe vera L
    Lidah mertua / Sanseveria trifasciata Prain
    Lidah tiyong / Hedyotis diffusa Willd
    Lidah ular / Oldenlandica corymbosa L
    Lidahbuaya keriting / Aloe ferox Miller
    Lobak / Pahhanus sativus L
    Lobelia / Lobelia inflata L
    Lobi-lobi / Flaucortia inermis Roxb
    Lokat / Eriobotrya japonica Thunb, Lindl
    Luteng / Hdynocarpus antelmintica Pierre
    Luteng / Taraktogenos kurzii King
    Mahkota dewa / Phaleria macrocarpa Scheff, Boerl
    Mahkota duri / Euphorbia milli Ch.Des Moulins
    Mahoni / Swietenia mahagoni Jacq
    Malaka buah / Phyllanthus emblica L
    Maman / Polanisia viscose DC
    Mamang besar / Cleome spinosa L
    Mangga / Mangifera indica L
    Manggis / Garcinia mangostana L
    Mangkokan / Nopthopanax scutellarium Merr
    Manis jangan / Cinnamomum burmani Bl
    Manis rejo / cantigi / Vassinium varingiaefolium Bl, Miq
    Manon / Helminthostachys zeylanica L, Hook
    Markisah / Passiflora quadrangularis L
    Masoyi / Massoia aromatica Becc
    Mata ayam / Ardisia crenata Roxb
    Mawar / Rosa chinensis Jacq
    Mawar / Rosa galica L
    Mawar merci / Rosa mutiflora L
    Melati / Jasminum sambac L, W.Ait
    Melati kosta / Bransfelsia uniflora Pohl, D.Don
    Melati mayang / Ligrustrum sinense Lour
    Melinjo / Gnetum augusta Merr, L
    Melon / Cucumis melo L
    Membacang / pakel / Mangifera foetida Luor
    Mengkudu / Morinda cirifolia L
    Meniran / Phyllanthus uninaria L
    Menta / Mentha crispa Rumph
    Menta / Mentha merdinah Back ex Ochse
    Menta / Metha peperita L
    Mentimun / Cucunis sativus L
    Merakan / Caesalpinia pulcherrima L
    Merakan / Cassia occidentalis
    Merambos hijau / Hibiscus sabdrariffa L
    Meriko kepyar / Ochna kirkii Oliver
    Mesua ferrea L / Nagasari
    Microssorium fortunei M. Ching
    Mimba / Azadiractha indicha L.A.Juss
    Mindi / Melia azendarach L
    Mirobalan buah / Terminalia chebula Retz
    Mlandingan / Leucaena gauca benth
    Mojo legi / Aegle marmelos L. Corr
    Mondokaki / Tabernaemontana divaricata R.Br
    Mondokaki merah / Tabernaemoutana pardacaqui BI, Poir
    Mrambos hijau / Hibiscus sabdarifa L
    Mrambos merah / Hibiscus radiatus Cav
    Mrico lolot / Piper Lolot Dc
    Mriko kepyar / Ochna kirkii Oliver
    Mriko kepyar / Phytolacca americana L
    Mriko lolot / Piper lolot C. Dc
    Mudu / Garcinia dulcis Kurz
    Mulwo / Annona reiculata L
    Mungsi arab / beuhrar kucicing / Artemisia cina Berg
    Mungsi buah Carum copticum Benth
    Murbai / Morus alba L
    Nagasari / Messua ferrea L
    Nam-nam / Cynometra cauliflora L
    Nampu / Homalomena javanica L, V.A.V.R
    Nampu hijau / Alocasia cuculata L
    Nanas-nanasan / Billergia nutnas Wend ex Regel
    Nanas / Ananas comosus Merr
    Nanas belanda / Sansevieria trifasciata Prain
    Nanas kerang / Rhoeo spathacea Swartz
    Nangka / Artocarpus integra Merr
    Nasturtium / Tropaeolum majus L / Nasturtium
    Ngokilo / Strobilanthes laevigatus Clarck
    Nilam / Pogostemon cablin Benth
    Njari / Sonchus javonicus L, Jungh
    Nona makan sirih / Clerodendron thomsonae Balf.f
    Nurasidah / Mussaenda erythrophylla Schum
    Nusa indah / Nussaenda phylippica L
    Nyamplung / Calopilphyum inophyllum L
    Oleande / Nerium oleander L
    Oleander / Nerium indicum Mill
    Oleander / Thevetia peruviana Pers, K .Schum
    Nliander / jure / Nerium indicum Mill
    Orang-aring / Eclipta alba L. Hassk
    Orang-aring / Tridax procumbens L
    Origanum / Origanum vulgare  L
    Orok-orok / Crotalaria anagyroides H.B.K
    Orok-orok hutan/primisia / Flemingia Congesta Roxb
    Orok-orok sapi / Crotalaria striata DC
    Otot-ototan / Plantago lanceolata L
    Otot-ototan ungu / Ajuga reptans Bugle
    Pacar air / Impatiens platypetala Lindl
    Pacar kuku / Lawsoniainermis L
    Pacar vina / Aglaia odorata Lour
    Pacing / Costus megalobrachtea K, Schum
    Pacing / Costus speciosus Smith
    Pacing / Costus spiralis Rosc
    Pacing hias / Costus malortieanus H, Wendl
    Padi / Oriza sativa L
    Pakis haji / Alsophila glauca Bl, J.SM
    Pakis haji / Cycas rumphii Mig
    Paku andam / Dicranopteris dichotoma Thunb, Bernh
    Paku ekor tupai / Lepidogrammatis rostrata Bedd, Ching
    Paku kawat / Lygodium scandes L , Sw
    Paku pandan / Asplenium prolongatum Hook
    Paku pecut / Pteris ensiformis Burm
    Paku pedang / Microsorium buergerianum Miq, Ching
    Paku rane / Selaginella doederlinii Hieron
    Paku sarang burung / Neottopteris nidus L J.Smith
    Paku sepat / Nephrolepis cordifolia L, Presel
    Paku tanah / Lindsaea orbiculata Lamk Mett
    Paku tanjung / Diplazium esculentum Swartz
    Pala / Myristica fragrans Houtt
    Palmarosa / Andropogon martini Roxb
    Pancasuda / Jasminum pubescens Wild
    Pandan / Pandanus amaryllifolius Roxb
    Pandan bidur / Pandanus bidur Jungh ex Miq
    Pandan kecil / Pandanus polycephalus Lamk
    Pandan kowang / Pandanus furcatus Roxb
    Pandan wangi / Pandanus amaryllifolius Roxb
    Panili / Vanilla planifolia Andrew
    Pare / paria / Momordica charantia L
    Pare belut / Trichosanthes anguina L
    Paria gunung seluruh bagian / Cardiospermum halicacabum L
    Parijoto / harendong / Medinella speciosa L
    Paru balsem / Myroxylon balsamum harms
    Patah tulang / Pedilanthus pringlei Robins
    Patikan kebo / Euphorbia hirta L
    Paveta / Paveta indica L
    Pecut kuda / Stachytrapheta mutabilis Val
    Pegagan / Centella asiatica L
    Penawar jambe / Cycas revoluta Thunb
    Pepaya / Carica papaya L
    Peperomia / Peperomia pellucida Kunth
    Peru balsem / Myroxylon balsamum Harms
    Petai / Parkia speciosa Hassk
    Petai cina / Leucaena leucocephala Lmk de wit
    Peterseli / Petroselinum sativum Hoffm
    Picicsan / Cyclophorus nummularifolius C.Chr
    Piertum / Pyrethum cinerariaefolium Trev
    Pinang / jambe / Areca catechu L
    Pinten / Dicliptera chinensis Nees
    Pinus / Pinus mercusii Jugh & De Vr
    Piretrum / Pyrethrum cinerariaepolium  Trev
    Pisang hias / Heliconia colinsiana L
    Pisang ungu / Musa acuminata Colla
    Plasa / Butea monosperma Lamk, Taub
    Plumbago / Plumbago capensis Thumb
    Pohon merah /Euphorbia puicherrima Willd.Et Klotzsch
    Pohon saputangan / Maniltoa grandiflora Scheff
    Poko / Mentha arvensis L
    Posor / Pseudoranthemum diversifolium Miq
    Prabu kenyo / Passiflora lunata Willd
    Prana jiwa / Euchresta horsfieldii Lesch, Benn
    Prasman / Eupatorium triplinerve Vahl
    Preh / Ficus reibes Reinw
    Prono jiwo / Euchresta hors L.Benn
    Pronojiwo legi / Sterculia javanica R.Br
    Pucung / Pangium edule Reinw
    Pule / Alstonia marcophylla L, Wall ex G. Don
    Pule / Alstonia scolaris R.Br
    Pule pandak / Rauwolfia canescen L
    Pule pandak / Rauwolfia verticillata Lour
    Pule pandak akar / Rauvolfia serpentina L Bentham ex Kurz
    Pulosari / Alyxia reinwardtii Bl
    Pulutan / pungpurutan / Urena lobata L
    Pulutan / Urena lobata L
    Punica garanatum L / Delima
    Puring / Codiaeum variegatum BI
    Purwoceng / Pimpinella alpina K.D.S
    Purwoceng gunung / Artemisia lactiflora Wall
    Puspa / Schima noronhae Reinw
    Putat / Barringtonia spicata Bl
    Puteran / Helicteres isora L
    Putri malu / Mimosa pudical
    Puyung / Aristolachia debile Seib, Et Zucc
    Racunan / kastuba / Euphorbia pulcherrima Willd
    Rambutan / Nephelium lappaceum L
    Rampelas / Ficus ampelas Burm
    Randa nunut / Drymaria cordata Willd
    Randu / Ceiba pentandra Gaertin
    Rane / Selaginella unssinata Desv, Spring
    Ranggis / Lonicera joponica Thunb
    Ranggitan / Rubia cordifolia L
    Ranti / Leuca hayam / Solanum ningrum L
    Remek getih / Hemigraphis colorata Ness
    Remek watu / Hedyotis anuricularia L
    Renggis / Lonnicera japonica thunb
    Rukam / Flacourtia rukam Zoll & Mor
    Ruku-ruku hutan / Hyptis suaveolens L, Poit
    Rumek / Rumex acetosella L
    Rumput balon / Equisetum debile Roxb
    Rumput bambu / jukut palias / Pogonatherum crinitum Thunb, Kunth
    Rumput bayam / Carchorus acutangulus Lamk
    Rumput belulang semu bagian / Eleusine indica Gaertn
    Rumput bolong / Equisetum debile L
    Rumput ganepo / kayu apu / Salvinia natans L, ALL
    Rumput gelam / Polygonum cuspidatum Siep et Zucc
    Rumput jemboran / Commelina nudiflora L
    Rumput kawat / Iycopodium cernuum L
    Rumput kenop / Kyllinga monochepala Rottb
    Rumput kentut / Lopaterum gracile B
    Rumput kipas / Selaginella tamariscina Bauv, Spring
    Rumput klurut/ seureuhan / Laphatherum gracile Brongn
    Rumput merakan / Themeda arguens L, Hack
    Rumput mutiara / Hedyotis corymbosa folium L Lamk
    Rumput putih / Chlorophytum comosum Thunb. Baker
    Rusmarin / Rosmainus officinalis L
    Saga akar,daun batang / Abruss precantorius L
    Saga hutan / Adenanthera pavonina L
    Salah nyowo / Poligonum barbatum L
    Salah nyowol / Jussieua erecta L
    Salak / Salacca edullis Reinw
    Salam / Eugenia polyantha Weight
    Salam colok / Aerva sanguinolenta Blume
    Salfia / Salvia coccinea Juss
    Salfia / Salvia solendens Sello
    Salia / Rhododendron mucronatum L, Bl, G.Don
    Salia / Rhododendron simsii Planch / Asalea
    Salidago / Solidago hispida D.C
    Salvia / Salvia cocconea Juss ex
    Salvia / Salvia splendens Sello
    Sambang colok / Aerva sanguinolenta Bl
    Sambang darah / Excoecaria bicolour Hassk
    Sambang darah / Hemigraphis colorata Hall.f
    Sambeng / Lasia spinosa L, Thw
    Samber lilem / Strobilanthus dyerianus Mast
    Sambung nyawa / Strobilanthus mutabilis L
    Samiloto / Andregraflus paniculata Herba [Borm F] Nees
    Sang sri / Celosia argentea L
    Sangitan akar / Sambucus Javanica Reinw
    Sangketan / Achyranthes pidhenta Blume
    Sangketan / Moschosma polystachium Benth
    Sangketan2 / Achyranthes bidentata Blume
    Sani bayan biji / Vernonia anthelmintica Willd
    Santalum album L / Cendana
    Saputangan / Maniltoa granfilora S
    Sawi / Brassica juncea L, Chern
    Sawi belanda / Lectuca indica L
    Sawi langit semua bagian / Vernoniacinerea L Lees
    Sawi lemah / Nasturtium indicum DC
    Sawi putih / pecay / Brassica chinensis L
    Sawi tanah akar daun / Nasturtium montanum Wall
    Sawo / Manilkara kauki Dub
    Sawo manila /Achras zapota L
    Sayor putih / Pisonia sylvestris T.B
    Secang / Caesalpinia sappan L
    Sedep malam / Cestrum nocturnum L
    Segawe sabang / Adenanthera pavonia L
    Selada / Lectuca sativa L
    Selasih / Ocimum basilicum L
    Selat / Lactuka sativa L
    Seledri / Apium graveolens L
    Semanggi / calingcing / Hydrocotyle sibthorpioides Lamk
    Semanggi / Hydrocotyle sibthorpioides Lamr
    Semanggi / Marselea crenata Pers
    Semanggi / Oxalis corniculata Linn
    Semangka / Citrullus vulgaris L, Schard
    Semboja jepang / Euphorbia plumerioides Teysm, ex Hassk
    Sembukan / Paederia foetida L
    Sembung / Blumea balsamifera DC
    Sembung kluwuk / Blumea laseara D.C
    Sena daun / Cassia angustifolia Vahl
    Senggani / Melastoma polyanthum BI
    Senggugu / Celerodendron serratum L, Spreng
    Sengketan / Moschosma polystachium Benth
    Sengon laut / Albizza falcataria L , Fosberg
    Senopodi / Chenopodium ambrosioides L
    Sente / Alocasia macrorrhiza Schott
    Senting / Cassia laevigata Willd
    Senu / Pipturus incanus Bl, Wedd
    Serai bumbu / Andropogon citratus D.C
    Sere / Andropogon nardus L
    Serpili / Thymus serphyllum L
    Seruni / Wedelia calendulacea Less
    Seucang / Caesalpinia sappan L
    Seuseureuhan / Piper aduncum L
    Sidawayah / Woodfordia floribunda Salisb
    Silibum / Silybum marianum L, Gaerthner
    Simbar kambing/jangkang/sambung otot / Homalociadium platycladum ( F )
    Simbar layangan / Drymaria sparsisora Moore
    Simbar menjangan / Platycerium bifurcatum C.Chr
    Simbar pedang / Microsorium fortunei Moore, Ching
    Sindagori / Sida rhombiofolia L
    Singkong / Manihot utillisima Pohl
    Sinyo nakal / Duranta repens L
    Sirih /  Piper betle L
    Sirsak / Annona Muricate L
    Sisik naga daun semua bagian / Drymoglossum piloselloides L Presl
    Sligi / Phyllanthus buxifolius Muell. Arg
    Snte / Alocasia macrorrhiza L.G.Don
    Soka merah / Ixora coccinea L
    Solidago / Solidago lepida DC
    Som / Talinum paniculatum Gaertn
    Som jawa putih / Talinum triangulare Wild
    Sombokeling / Bixa orellana L
    Songga langit kulit / Ochrosia oppositifolia K Schum
    Songo langit / Quamocclit pinata L.Boyer
    Sono keling / Dalbergia latifolia L.f,Roxb
    Sosor bebek / Kalanchoe daigremontina DC
    Sosor bebek / Kalanchoe integre Medik, O.K
    Sosor bebek / Kalanchoe laciniata L, DC
    Sosor bebek / Kalanchoe pinnata Pers
    Sri rejeki / Dieffenbachia sequine Jacq, Schoot
    Srigading daun bunga / Nyctanthes arbor-tristis L
    Srikaya / Annona muricata L
    Srikaya / Annona squamosa L
    Stepania / Stepania cheparantha Hayata
    Stepania / Stepania hernandifolia Willd, Walp
    Stevia / Stevia rebaudina Bertonii M
    Stropanti / Strophantus gratus Bth, Baill
    Suci / Pleomele angustifolia
    Suin talin daun / Achyranthes bidentata Bl
    Suji / Pleomele angustifolia N.E Brown
    suket tulangan / Eleusine indica L, Gaertn
    Sukun / Artocarpus communis G.Forst
    Sumba kling / Bixa orellana L
    Suplir / Adiantum cuneatum Langs & Fisch
    Suruhan / Peperomia pellucida L, H.B K
    Suryan / suren / Toona sinensis A.Juss, Roem
    Susundu / Euphorbia antiquarum L
    Susuruhan / Piper anduncum L
    Suweg / Amorphophalus campanulatus Bl, Roxb
    Tabat barito / Ficus deltoidea Jack
    Taiwan beauty / Cuphea hyssopifolia H.B.K
    Talas / Colacasia esculrnta Schoot
    Talasihan / Cinnamomun partenoxylon jack
    Tali putih semua bagian / Cassytha filiformis L
    Talok / Muntingea Calabura L
    Tanduk rusa / Paltycerium coronrium Desv
    Tanganan / Schefflerra elliptica harms
    Tanjung / Mimusops elengi L
    Tapak dara / Catharanthus rogeus folium L.G. Don
    Tapak dara / Vinca rosea L
    Tapak liman akar / Elephantopus scaber L
    Taraksakum / Taraxacum officinale Wiggers
    Taraxtogenos kurzii King / Luteng
    Tarum / Indigofera sumatran Gaertn
    Tebu / Saccharum officiarum L
    Tebu ireng / Saccharumspec
    Tegaria / Dianella montana BL
    Teh-tehan merah / Acalypha microphylla L
    Teh / Camellia sinensis L, O.K
    Teh kembang / Matricaria chamomilla L
    Teki / Cyperus rotundus L
    Teki / Kyllinga brevifolia Rottb
    Teklan / Eupatorium riparium Regulasi
    Tekomaria / Tecomaria capensis Spach
    Telasihan / Cinnamomum partenoxylon Jack, Meissn
    Tem / Thymus vulgaris L
    Tembakau / Nicotina tabacum L
    Tembakau india / Lobelia nicotiana L
    Tembelekan / Lantana Camara L
    Temi ireng / Curcuma aeruginos
    Tempuh wiyang semua bagian / Emilia sonchifolia Linn DC
    Tempuyung / Sonchus arvensis folium L
    Temu giring / Curcuma heyneana Val
    Temu ireng / Curcuma aeruginosa Roxb
    Temu kunci / Boesenbergia pandurata Roxb, Schlechl
    Temu lawak / Curcuma xarsthorhiza Rhijoma Roxb
    Temu mangga / Curcuma mangga Val
    Temu putih / Curcuma zedoaria Berg. Roscoe
    Tepus sigung / Achasma coccineum Val
    Terate putih / Nymphaea alba L
    Terong / Solanum melongena L
    Terong cempaka / Solanum torvum Swartz
    Terong jepang / Solanumjaponicum
    Terong madras / terong belanda / Cyphomandra botacea Sendtn
    Terong ngor / Solanum indicum L
    Terong siam / Solanum sanitwongse L
    Terong susu / Solanum chinensis L
    Terong susu / Solanum mammosum L
    Terong teter / Solanum verbacifolium Set. W
    Tikel balung / Euphorbia tirucalia L
    Tikusan / Clausena excavata Burm f
    Timi / Thymus vulgaris L
    Timun-timunan / Trichosanthes cucumeroides Maxim
    Tom jawa / Indigofera sumatrana Gaertn
    Tomat / Solanum lycopersicum L
    Trembesi / Pithecolobium saman Benth
    Trengguli / Cassia fistula L
    Tribulus / Tribulus terestis L
    Turi / Sesbania grandiflora Pers
    Ubi kates / Ipomoea cairica L, Sweet
    Umyung / Gynura aurantiaca DC
    Urang aring semua bagian / Eclipta alba L  Hassk
    Uwi / hui heulang / Dioscorea alata L
    Uyah-uyahan / Ficus quersifolia Roxb
    Uyung / Schefflera octophylla Lour, Harms
    Valerian / Valeriana javanica Bl. DC
    Valeriana / Valeriana officinalis L
    Vanili / Vanilla plaifolia Anrew
    Verbaksum / Verbascum thapsus L
    Viola / antanan / Viola odorata L
    Viola / Viola hirta L
    Waluh / Cucurbita moschata Durch
    Waluhan / Panicum palmifolium Willd
    Waro wari gantung Hibiscus schizopetalus M.Hook F
    Waron / Abelmoschus moschatus Medic
    Wartel / Acacia decurrens Will.D
    Waru gombong / Hibiscus simillis Bl
    Waru legis / Hibiscus tiliaceus L
    Wati / Piper methysticum Forst
    Wedahan / meurit / Dichrocephala auriculata Thunb, Druce
    Weru / Albizza procera Roxb, Benth
    Wewehan / Monochoria vaginalis Buem f, Presl
    Widosari / Ipomoea digitata L
    Wijayakusumah / Hylocreus undatus Haw, Britt et Rose
    Wijen / Sesamum indicum L
    Winong daun / Tetrameles nudiflora R.Br
    Wora-wari gantung / Hibiscus schizoprtalus Mast, Hook f
    Wortel / Daucus carota L
    Wuluhan / Panicum palmifolium Will
    Zebrina / Zebrina pandula schnizlsumber:http://herbalkaruhun.wordpress.com/
    Read More >>