Rabu, 10 Oktober 2012

Hari Kesehatan Jiwa Dan Ciri-Cirinya

 

 Pada postingan hari ini AGEN ACE MAX'S SURABAYA akan berbagi Hari Kesehatan Jiwa

10 Oktober, warga dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa. Peringatannya diadakan pertama kali pada 1992, atas prakarsa World Federation for Mental Health (WFMH), sebuah organisasi global kesehatan jiwa dengan anggota lebih dari 150 negara. Tujuannya, agar masyarakat dunia menaruh perhatian lebih terhadap masalah kesehatan jiwa dan dampaknya terhadap kehidupan kita sehari-hari.
WFMH adalah organisasi keanggotaan internasional yang didirikan pada tahun 1948 untuk memajukan semua bangsa dalam hal pencegahan gangguan mental dan emosional, perawatan yang tepat untuk orang dengan gangguan tersebut, dan promosi kesehatan mental. Federasi ini melalui anggotanya di enam benua, telah menanggapi krisis internasional kesehatan mental melalui perannya sebagai advokasi dan organisasi pendidikan publik di bidang kesehatan mental.
Mengapa kesehatan jiwa menjadi penting? Karena jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan. Sesempurna apapun fisik yang dimiliki, bila jiwa kurang sehat, maka kualitas hidup akan berkurang. Kesehatan ini merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh semua orang, yaitu perasaan sehat, bahagia, dan semangat mengatasi tantangan hidup.
Orang yang jiwanya sehat, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya, memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain, bisa mempercayai orang lain, serta senang menjadi bagian dari suatu kelompok.
Tahun ini, World Federation for Mental Health meminta kepada kita semua untuk mendorong investasi di bidang kesehatan jiwa. Salah satu caranya dengan membantu anak-anak dan remaja untuk beradaptasi terhadap tekanan dan konflik yang berlangsung sehari-hari (dalam keluarga, lingkungan teman, pendidikan, dan lain sebagainya).
Di Indonesia sendiri, masalah gangguan kesehatan jiwa umumnya berupa kecemasan dan depresi pada orang dewasa angkanya mencapai 11,6%. Jika populasi orang dewasa mencapai sekitar 150 juta, maka ada 17,4 juta orang di Indonesia yang mengalami gangguan mental atau emosional.
Setiap hari kita tak pernah luput dari hal yang membuat stress. Kita pun sering tidak menyadari jiwa akan sakit dikarenakan stressor (pembuat stress) itu. Para ilmuan terus sibuk mencari cara untuk membuat jiwa manusia lebih sehat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya merumuskan 8 ciri orang yang sehat jiwanya, yaitu:

8 Ciri orang yang sehat jiwanya 
1.   Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan , meskipun kenyataan itu buruk.
2.   Memperoleh kepuasan dari usahanya atau perjuangan hidupnya.
3.   Merasa lebih puas memberi daripada menerima
4.   Merasa bebas secara relatif dari ketegangan dan kecemasan
5.   Dapat berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan.
6.   Dapat menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran di kemudian hari
7.   Dapat mengarahkan rasa permusuhan pada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif
8.   Mempunyai rasa kasih sayang yang besar
Apakah Anda sudah memiliki 8 ciri tersebut? Bila dalam kondisi prima, kita mungkin dapat mencapai 8 ciri itu dengan baik. Terkadang, memang sulit untuk membuat jiwa tetap stabil, tenang, dan maksimal dalam menjalani hidup. Namun, sulit bukan berarti tidak bisa bukan?



Sekarang tidak hanya orang tua saja yang bisa terkena gangguan jiwa, anak belasan tahun pun bisa tekena ganguan jiwanya.
Gangguan kejiwaan….?
Pada usia yang masih sangat dini…?
Apa penyebabnya…?
Heran…bingung…marah dan sedih…kok bisa…??
Mungkin akan sedikit wajar apabila yang kita temui itu adalah seorang yang sudah dewasa ataupun tua, karena sudah banyak hal yang mereka lalui yang bisa membuat mereka tertekan dan mengalami gangguan kejiwaan.
Tapi ini anak belasan tahun..? yang dimana seharusnya dia hanya merasakan “bersenang-senang” dengan kehidupannya, walaupun seorang anak yang ada di jalanan yang tidak dapat bersekolah dan harus sudah mencari uang, tapi dia setidaknya punya sahabat, punya kehidupan walaupun banyak pahitnya dari pada senangnya, tapi dia punya…!!
Tapi anak ini dan yang senasib dengan dia…?? TIDAK PUNYA….!!!
Dia tidak tau senang, tidak tau sedih dan dia tidak tau apa-apa…!!!
***
Karena saya ingin tau, saya akhirnya cari-cari sumber, apa penyebabnya anak di usia dini bisa mengalami gangguan kejiwaan. Ternyata sebenarnya potensi gangguan kejiwaan seseorang itu bisa dideteksi dari kecil, “itu bisa diketahui dari sejak dini dari daya tahan mental mereka”. Ternyata ada suatu kelemahan pada diri seseorang yang sering di abaikan sebagai potensi masalah di kemudian hari. Misalnya saja keterlambatan bicara, berjalan, dan belajar. Lantas ada anak yang sering diolok-olok temannya. Itu adalah bentuk kelemahan yang harus diperhatikan.
Orang dengan masalah kejiwaan punya titik lemah yang berbeda satu sama lain. Gangguan daya tahan mental tersebut disebabkan oleh faktor internal individu. Kondisi sosial ekonomi itu hanya pencetus. Faktor yang oleh para psikiater, dianggap sebagai penyebab ada dalam diri individu. “Bakat”. Dan bakat itu muncul karena gangguan psikologis dan fungsi otak. Bagaimana dia dapat bakat itu? Pertama, karena dia terlahir dengan otak tidak berfungsi baik, proses kerjanya terganggu karena mungkin ibunya pernah berusaha menggugurkan janin, karena keracunan atau infeksi otak. Kedua, karena masalah psikologis, misalnya dia selalu ditakut-takuti sejak kecil sehingga sampai dewasa hidup dalam ketakutan.
Orang dengan bakat gangguan daya tahan mental baru bisa mengalami gangguan jiwa jika tidak mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat mereka untuk mengatasi kelemahan.
“Kalau dukungan keluarga bagus, orang dengan kelemahan daya tahan mental, dengan gangguan di otaknya, tidak akan apa-apa. Gangguan itu muncul kalau dia tidak mendapatkan dukungan yang diperlukan”.
Oleh karena itu di tekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun daya tahan mental anak. Orang tua bisa menjalankan perannya dengan memperhatikan setiap tahapan perkembangan anak secara baik dan membantu anak-anak mengatasi kelemahan mereka dengan berusaha mendengarkan dan memahami kebutuhan mereka.
“Jadi masalah gangguan jiwa sebenarnya bisa dicegah kalau orang-orang memahami dan memperhatikan ini”.
Dan sebenarnya apa yang bisa dilakukan untuk mencegah ini…??
Salah satu caranya adalah dengan, berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa melalui program Kesehatan Jiwa Masyarakat yang dijalankan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu) dan posyandu. Dan peran pemerintah sangat penting disini. Dan mungkin penyebarluasan informasi mengenai kesehatan jiwa sebenarnya akan sangat efektif jika dilakukan melalui pendidikan sekolah.
“Ini bisa dilakukan kalau para guru kembali menjalankan tugasnya untuk mendidik anak-anak, bukan sekedar mengajar”.
Keluarga…?? ya keluarga..dimanakah keluarga mereka bagi anak-anak ini…??
Seharusnya keluarga ataupun orang tua harus menjadi tempat terakhir untuk anak-anak ini merasa tenang, nyaman dan bahagia. Saya hanya berharap tidak ada lagi anak-anak yang menjadi seperti ini karena keluarga/orang tua yang tidak respect terhadap anaknya, karena di sibukkan dengan kegiatannya sendiri. Dan saya berharap kelak dapat membantu mereka dengan apa yang saya bisa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar